Seiring tren fast fashion dan personalisasi yang melanda pasar global, industri perhiasan tradisional menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dari konsumen yang lebih muda. Munculnya Generasi Z—mereka yang lahir antara akhir 1990-an dan awal 2010-an—telah secara fundamental mengubah permintaan pasar perhiasan. Konsumen ini menolak desain tradisional yang seragam dan titik harga mewah yang tidak terjangkau, sebaliknya lebih menyukai perhiasan yang menggabungkan kreativitas, individualitas, dan keterjangkauan.
Desainer asal London, Loveness Lee, mengidentifikasi kesenjangan pasar ini sejak dini. Pada tahun 2017, ia meluncurkan merek perhiasan dengan namanya sendiri untuk menantang konvensi industri, menawarkan desain yang berani dan inovatif dengan harga yang terjangkau. Lee mengamati adanya pembagian pasar yang jelas—konsumen dapat memilih antara merek high-street pasar massal atau perhiasan mewah tradisional, dengan sedikit pilihan yang menyeimbangkan keunggulan desain dan harga yang wajar.
Profil Konsumen Perhiasan Gen Z
Preferensi demografi ini mengungkapkan beberapa karakteristik yang menentukan:
Desainer seperti Loveness Lee mencontohkan adaptasi yang sukses terhadap tren ini. Melalui desain yang inventif, penetapan harga yang strategis, dan keterlibatan media sosial yang cerdas, mereka telah menangkap pasar Gen Z sambil menciptakan peluang baru bagi industri yang sedang bertransisi.